Friday, July 26, 2013

[Review] The Conjuring (2013)


Director : James Wan
Casts : Patrick Wilson, Vera Farmiga, Ron Livingston, Lili Taylor

FYI :
Layaknya mayoritas film horor, film yang menggunakan embel-embel "Based on true story" mempunyai nilai jual yang lebih, termasuk film The Conjuring ini. Setelah sukses dengan film Insidious di masa gersang film Hollywood di Indonesia, The Conjuring adalah karya terbaru oleh sutradara James Wan yang nantinya akan disusul Insidious 2.  Jauh sebelum film ini tayang, film ini sudah memperoleh hype yang cukup tinggi dari para penggemar film maupun kritikus. Hasilnya pun memuaskan, film ini berhasil meraup uang dua kali lipat dari budgetnya hanya dalam waktu 3 hari pertama peredarannya di Amerika saja. Hype tersebut juga sampai ke Indonesia dengan sambutan yang baik. Para penonton melabeli film ini sebagai best horror ever ataupun best horror in years.

Synopsis :
Film ini dilabeli diangkat dari kasus yang ditutup-tutupi oleh sepasang suami istri penyelidik kejadian paranormal, Ed dan Lorraine Warren. Keluarga Perron baru saja pindah ke rumah barunya. Namun mereka menemui kejadian-kejadian aneh yang terjadi di rumah itu. Mereka pun meminta bantuan The Warren dan The Warren menemukan hal-hal yang mengancam keluarga Perron dan keluarga mereka sendiri.

IMO :
Kisah hantu di rumah baru sudah berjuta-juta kali diangkat ke layar lebar, salah satunya Insidious (walau kisah ini hanya kulit luarnya saja) dan The Amityville Horror. Film ini menunjukkan klise-klise film horor seperti pintu terbuka sendiri, suara ketukan pintu yang sangat kencang dari luar dan masih banyak lagi. ya, semua hal yang ingin kita lihat dari film horor, kecuali penampakan hantu yang bisa dikatakan cukup jarang. Terkadang ketika kita melihat penampakan hantu terlalu sering atau kita melihat wujud hantu tersebut, kita kehilangan rasa takut karena kita sudah terbiasa atau wujud hantu yang tidak menyeramkan (atau mungkin lebih mengarah ke aneh dan lucu). Hal tersebut merupakan keputusan yang baik.

Keklisean film horor merupakan salah satu hal terpenting karena film horor membutuhkan momen suspense yang membuat para penonton bersiap. Ketegangan di film ini diiringi oleh scoring ala Insidious maupun sound effect yang menggetarkan kursi penonton. Sayangnya, film ini terlalu bertumpu pada kedua suara tersebut. Visual yang diperlihat seperti kerasukan ataupun kejadian paranormal memang mampu mengernyitkan dahi para penonton, tetapi hanya sampai di situ. Tidak ada hal yang membuat para penonton mengalihkan pandangan dari layar ataupun menjerit karena ketakutan.

Film ini menyuguhkan beberapa sosok hantu di awal cerita, tetapi film ini terlalu terfokus pada sesosok hantu, sehingga keeksistensian dan fungsi beberapa hantu lainnya patut dipertanyakan. Film ini sebenarnya masih bisa dieksplorasi dari segi latar belakang para tokohnya, salah satunya Lorraine. Lorraine digambarkan sebagai sosok yang paling reaktif dan ekspresif, tetapi misterius. Hal tersebut bisa dijadikan sebagai bom waktu yang siap meledak di akhir. Sayangnya, hal tersebut hanya menjadi sebuah bom palsu yang tidak meledak di akhir.

Last Word :
Overall, film ini masih layak untuk ditonton. Mungkin tidak akan seseram yang anda bayangkan dan perkirakan, tetapi anda akan melihat apa yang anda ingin lihat dari sebuah film horor. Semoga Insidious 2 lebih menyeramkan dan memuaskan.

Review in Tweet :
IMO is quite overrated. It's good, not great. Not as scary as I expected. Best horror ever ? No. Best horror in years ? Maybe.

Score : 70 of 100

No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...